Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, berarti bertransaksi secara Syariah... Hubungi Bank BRI Syariah terdekat......

Kamis, 06 Desember 2007

Allah Mengajariku Berbisnis

--- In dzikrullah@yahoogroups.com, mardibros wrote:
19 Juni 2006

Allah Mengajariku Berbisnis

Sudah 4 bulan ini aku coba jadi entrepreneur. Ternyata tidak mudah. Dulu, waktu kerja di perusahaan, aku begitu mudah dalam mengambil keputusan. Tapi ketika aku coba berbisnis sendiri, mulai dari nol, ternyata berbeda. Di perusahaan lebih mudah karena aku
hanya pegawai. Konsentrasiku hanya melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Sementara yang menanggung resiko adalah bos. Di perusahaan, sistem sudah jalan, sehingga lebih mudah untuk memanagenya.
Tapi sebagai pemilik usaha yang menanggung segala resiko, ternyata sangat berat menjalaninya. Meskipun usahaku masih kecil dan sama sekali tidak bisa dibanggakan, tapi ternyata aku nggak bisa menanganinya. Rupanya Allah ingin mengikis kesombonganku selama ini.
Merasa sudah bisa melakukan sendiri tanpa bantuan orang lain, tanpa bantuan Allah.
Tapi sejak ikut pelatihan shalat khsuyu', aku serahkan semua bisnisku pada Allah. Hasilnya? Allah mengajariku banyak hal tentang bisnis.
Mula-mula dibikinnya aku bertekuk lutut, mengakui bahwa aku tak bisa apa-apa tanpa bantuanNya.
Bulan pertama, aku rugi besar. Pengalaman berbisnis di perusahaan dulu, ternyata ketika kupraktekkan di sini, memberi hasil yang berbeda. Aku hampir putus asa.
Hingga akhirnya aku memohon pertolonganNya.
Dia menjawab doaku. Sedikit demi sedikit Dia mengajarkan padaku.
Mula-mula diajarkan bahwa untuk berbisnis harus berani memberikan kepercayaan pada orang lain. Bisnis tidak dijalankan sendiri melainkan didelegasikan. Siapa tahu orang lain jauh lebih jago darikita.
Akupun tergerak untuk mencari tenaga marketing. Meski dia juga belum berpengalaman, tapi akhlaknya bagus.
Tugasku adalah memotivasi dia. Meyakinkan dirinya bahwa dia mampu melakukan itu semua. Bahwa dia jago marketing. Dan ternyata berhasil!
Lalu aku digerakkan Allah untuk mengikuti seminar tentang entrepreneur di DT dengan pembicara dari Shafira, Bakmi Tebet, dan bos Primagama Purdi Candra. Dia pengarang buku "Cara Gila Jadi Pengusaha". Hebat. Dia banyak memberiku inspirasi dan membuatku
berani melangkah. Tidak takut rugi. Hadapi saja. Bahwa berbisnis itu
mudah. Berbisnis itu sebaiknya pakai otak kanan.Ibarat berenang, tidak perlu pakai teori (otak kiri). Nyebur saja. Mengenai nanti tenggelam, biarkan saja. Lama kelamaan
pasti bisa. Demikan juga bisnis. Lakukan saja. Rugi itu biasa.
Lama kelamaan kita akan semakin mahir dalam berbisnis.

Tapi ada satu hal yang kutangkap, di akhir sesi secara singkat dia jelaskan bahwa kekuatan dia adalah pada shadaqah. Dia juga sejak remaja, selalu membaca asmaul husna, sebagai amalan wiridnya. Minta pertolongan pada Allah.
Masalah seberat apapun dalam bisnis, tutupi saja dengan shadaqah.
Jika lagi sepi, dagangan yang tidak laris, maka shadaqah saja.
Karyawan bikin kesel, malas-malasan, korupsi, maka shadaqah saja.
Allah akan menggantinya. Tiba-tiba saja dagangan jadi laris lagi.
Tiba-tiba saja kita diberi ide, bahwa ada yang harus diperbaiki dari produk kita sehingga bisa laris lagi. Tiba-tiba karyawan jadi loyal dan semangat dalam bekerja. Dan seterusnya. Kok jadi seperti Ust.Yusuf Mansur ya?
Tapi yang jelas aku sudah membuktikan sendiri kekuatan shadaqah ini dalam membantu kelancaran bisnis.
Memang dibutuhkan ketawakkalan yang sangat kuat. Kesannya shadaqah tidak ikhlas. Tapi biarin saja.
Biasanya mula-mula tidak ikhlas. Tapi kalau sudah jadi kebiasaan,
lama-lama Allah juga yang mengubah hati kita menjadi ikhlas. Mending mana sepuluh ribu ikhlas, sama 100 juta tidak ikhlas. Kata Ust.Abu Sangkan itu nggak penting, yang penting masjid jadi. Meski nggak ikhlas, 100 juta bisa jadi masjid. He.he.he.
Lalu aku juga diajari untuk merapikan adminitrasi keuangan yangmasih kacau. Melalui temanku aku dapat ilmu itu.
Lalu Allah juga mengajariku kapan saatnya harus cepat, kapan saatnya slow dulu. Allah mengajariku bahwa berbisnis itu yang penting adalah bagaimana bisa memberi manfaat bagi sebanyak mungkin orang. Bukan hanya untuk keuntungan diri sendiri.
Ternyata enak sekali berbisnis dengan dituntun Allah. Aku tidak perlu 24 jam penuh diperbudak oleh bisnis. Tapi bisnis tetap on the track. Temanku di halaqah juga mengalami hal yang sama.
Dulu sejak dini hari hingga malam dia sibuk mengurus rumah makannya. Kini dia bisa lebih santai, didelegasikan ke orang dengansistem bagi hasil. Dia tinggal memantau saja. Dan hasilnya ternyata keuntungan jauh lebih banyak.
Ibaratnya begini, dulu dia melempar 10 bola. Ternyata yang masukhanya 3 bola. Kini dengan bersandar ke Allah, maka dia hanya perlu melempar 5 bola, dan masuk semua. Efektif.

Alysha

1 komentar:

Agung Dani Purnomo mengatakan...

Inspiratif.... setuju pak, serahkan semuanya pada Allah, ikhtiar dan doa

Hasil Pencarian

Amazon Cell Phone

Amazon Software

Anda adalah pengunjung ke....

Detik News Update

Okezone News Update

Currency List

Lokasi Anda

Sign by Dealighted - Coupons & Discount Shopping

IP Address Anda

Sign by Dealighted - Coupons & Discount Shopping