Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, berarti bertransaksi secara Syariah... Hubungi Bank BRI Syariah terdekat......

Sabtu, 22 Desember 2007

Bank Syariah Butuh Promosi Lebih Gencar

Bandung, Kompas - Pertumbuhan bank syariah di Jawa Barat cukup baik dilihat dari penambahan asetnya sebesar 7,69 persen. Namun, hingga kini, banyak warga yang belum memahami sistem perbankan syariah sehingga masih sedikit yang menyimpan dananya di bank tersebut.

Wakil Gubernur Jabar Nu'man Abdul Hakim mengatakan, hingga kini masih banyak warga Jabar yang belum mengakses perbankan syariah. Penetrasi bank syariah sudah cukup baik. Bahkan, banyak bank pemerintah dan swasta yang memiliki unit usaha syariah (UUS). Sebagian besar masyarakat masih mengandalkan bank konvensional untuk memenuhi kebutuhan pendanaan dan pembiayaan.

Karena itu, perlu dilakukan sosialisasi lebih sering, baik melalui media massa, pihak perbankan syariah sendiri, maupun pemerintah daerah. Pemasyarakatan sistem bank syariah itu tidak bisa mengandalkan Bank Indonesia (BI) sebagai pemegang tertinggi regulasi perbankan Indonesia. Akan tetapi, dibutuhkan pula peran pemerintah daerah.

"Sistem syariah belum bisa dicerna secara utuh oleh masyarakat. Sistem bagi hasil bank syariah masih belum dikenal, sementara masyarakat lebih kenal perbankan dengan sistem bunga," kata Nu'man usai menghadiri Musyawarah Wilayah Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Jabar, Senin (10/12).

Akan tetapi, menurut Pengawas Bank Eksekutif Senior Kantor BI Bandung Nina K Aziz, pertumbuhan dan pemahaman masyarakat terhadap perbankan syariah sudah mulai baik. Sebab, pertumbuhan total asetnya selama sembilan bulan naik 7,69 persen atau sebesar Rp 53,96 miliar. Adapun pembiayaannya ikut meningkat sebesar 18 persen, yaitu Rp 427,43 miliar, menjadi Rp 2,76 triliun (outstanding).

Sayangnya, pendanaan yang terhimpun di perbankan syariah di Jabar cenderung turun hingga 6 persen, yaitu Rp 145,95 miliar. Padahal, minat masyarakat terhadap pembiayaan melalui bank syariah sangat tinggi. "Masyarakat sebenarnya antusias, terlihat dari banyaknya seminar tentang syariah yang dilakukan di Jabar," tutur Nina. Relatif baik

Pertumbuhan perbankan syariah di Jabar relatif baik dibandingkan dengan nasional, dilihat dari pencapaian asetnya senilai Rp 3,55 triliun (September 2007). Itu berarti komposisinya hampir 3 persen dari total aset bank umum yang beroperasi di Jabar sebesar Rp 124 triliun. Untuk nasional, perbandingan asetnya terhadap aset bank umum kurang dari 2 persen. Padahal, BI menargetkan posisi aset bank syariah sebesar 5 persen pada akhir 2008.

Nina optimistis, perbankan syariah pada 2008 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun ini. Sebab, sejumlah bank syariah dan bank umum yang memiliki UUS mengajukan izin membuka cabang baru tahun depan. Sebanyak delapan bank mengajukan izin. Salah satunya adalah bank yang berkantor pusat di Bandung.

Tahun 2008, BI akan semakin giat mendorong pertumbuhan bank syariah di Jabar, mengingat hampir semua bank umum yang memiliki UUS selalu melakukan uji coba usahanya di Bandung. Bentuk pengembangan BI terhadap 12 bank syariah dan 26 bank perkreditan rakyat syariah adalah pengadaan penelitian sektor-sektor produktif yang cocok dibiayai bank syariah, antara lain pertanian. (THT)

sumber : www.kompas.co.id

Tidak ada komentar:

Hasil Pencarian

Amazon Cell Phone

Amazon Software

Anda adalah pengunjung ke....

Detik News Update

Okezone News Update

Currency List

Lokasi Anda

Sign by Dealighted - Coupons & Discount Shopping

IP Address Anda

Sign by Dealighted - Coupons & Discount Shopping